Transformasi Mata Pencaharian Masyarakat Pascatambang Menuju Agribisnis dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan di Kabupaten Kutai Timur
DOI:
https://doi.org/10.61253/83eyf562Keywords:
Agribisnis, Kesejahteraan Masyarakat, Penyuluhan Pertanian, Peralihan Mata Pencaharian, PertambanganAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis proses peralihan mata pencaharian masyarakat dari sektor pertambangan ke sektor pertanian berbasis agribisnis serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 informan yang terdiri atas petani eks pekerja tambang, penyuluh pertanian, dan aparat desa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya aktivitas pertambangan menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat beralih ke sektor pertanian, didukung oleh ketersediaan lahan, program pemerintah, dan penyuluhan pertanian. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan modal, minimnya pengalaman bertani, dan rendahnya akses terhadap teknologi. Penyuluhan pertanian berperan penting dalam meningkatkan keterampilan, memperkuat kelembagaan kelompok tani, serta mendukung pengembangan usaha agribisnis. Secara keseluruhan, peralihan ke sektor pertanian berbasis agribisnis memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat melalui terciptanya sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan dan meningkatnya ketahanan ekonomi rumah tangga.
