Analisis Risiko Terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Pegagan Julu II Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi
DOI:
https://doi.org/10.61253/f9b7bw92Keywords:
Anemia, BBLR, Status GiziAbstract
BBLR yakni bayi yang lahir dengan berat rendah (<2500gr). Perbedaan tingkat pendidikan ibu, akses terhadap layanan kesehatan, kondisi gizi, dan lingkungan tempat tinggal tampaknya ikut memengaruhi variasi tersebut. Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa BBLR bersifat multifactorial, dengan faktor utama usia ibu, status gizi, anemia, jarak kehamilan, dan prematuritas (<37 minggu), serta paparan asap rokok dan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mengakibatkan terjadinya BBLR di Puskesmas Pegagan Julu II. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini, yakni kuantitatif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional, jumlah sampel 120 ibu/responden. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa anemia ialah faktor paling dominan dengan nilai Odds Ratio sebesar 4,21, yang mengindikasikan bahwa kondisi anemia selama kehamilan secara signifikan meningkatkan risiko kejadian BBLR di Puskesmas Pegagan Julu II.
