Analisis Risiko Terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Pegagan Julu II Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi

Authors

  • W. Yohana Sianturi Universitas Prima Indonesia, Medan Author
  • Debi N. Siregar Universitas Prima Indonesia, Medan Author
  • Sri Wardani Universitas Prima Indonesia, Medan Author
  • Dahliana Purba Universitas Prima Indonesia, Medan Author
  • Indah Puspita S. Universitas Prima Indonesia, Medan Author
  • Risma Banjarnahor Universitas Prima Indonesia, Medan Author

DOI:

https://doi.org/10.61253/f9b7bw92

Keywords:

Anemia, BBLR, Status Gizi

Abstract

BBLR yakni bayi yang lahir dengan berat rendah (<2500gr). Perbedaan tingkat pendidikan ibu, akses terhadap layanan kesehatan, kondisi gizi, dan lingkungan tempat tinggal tampaknya ikut memengaruhi variasi tersebut. Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa BBLR bersifat multifactorial, dengan faktor utama usia ibu, status gizi, anemia, jarak kehamilan, dan prematuritas (<37 minggu), serta paparan asap rokok dan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mengakibatkan terjadinya BBLR di Puskesmas Pegagan Julu II. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini, yakni kuantitatif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional, jumlah sampel 120 ibu/responden. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa anemia ialah faktor paling dominan dengan nilai Odds Ratio sebesar 4,21, yang mengindikasikan bahwa kondisi anemia selama kehamilan secara signifikan meningkatkan risiko kejadian BBLR di Puskesmas Pegagan Julu II.

Downloads

Published

14-05-2026

How to Cite

Analisis Risiko Terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Pegagan Julu II Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi. (2026). Mesada: Journal of Innovative Research, 3(1), 286-292. https://doi.org/10.61253/f9b7bw92

Most read articles by the same author(s)