Peran Interaksi Sosial antara Santri dan Pengasuh dalam Menanamkan Nilai-nilai Kedisiplinan di Pondok Pesantren Sahabat Al-Qur’an Binjai
DOI:
https://doi.org/10.61253/3wvmgn14Keywords:
Interaksi Sosial, Kedisiplinan, Pengasuh Pesantren, Pondok Pesantren, SantriAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran interaksi sosial antara santri dan pengasuh dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan di Pondok Pesantren Sahabat Al-Qur’an Binjai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial antara santri dan pengasuh dibangun melalui hubungan edukatif, religius, dan kekeluargaan yang berlangsung secara intensif melalui komunikasi formal dan informal, pembelajaran, pembinaan, pengawasan, serta keteladanan. Penanaman nilai kedisiplinan dilakukan melalui pembiasaan, pemberian nasihat, teguran, kontrol sosial, pengawasan, dan penerapan reward serta punishment yang bersifat edukatif. Implementasi kedisiplinan tampak pada kepatuhan santri terhadap ibadah, disiplin waktu, disiplin belajar, kepatuhan terhadap tata tertib, serta perilaku sosial sehari-hari. Keberhasilan pembentukan kedisiplinan didukung oleh budaya pesantren, komunikasi interpersonal, keteladanan pengasuh, dan lingkungan religius, meskipun masih terdapat hambatan berupa perbedaan karakter, kejenuhan, dan proses adaptasi santri. Dengan demikian, interaksi sosial antara santri dan pengasuh menjadi faktor utama dalam pembentukan kedisiplinan santri di lingkungan pesantren.
