Kenali, Cegah, dan Kendalikan Sindrom Metabolik Sejak Dini

Authors

  • Adelina Mufarriz Pasaribu Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Author
  • Aisyah Noor Hakim Sakti Harahap Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Author
  • Dafha Syafiq Ansyari Panjaitan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Author
  • Endah Parahyangan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Author
  • Haura Izzani Siregar Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Author
  • Kirana Putri Sophia Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Author
  • Lintang Amallya Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Author
  • Rizka Naliza Azzahra Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Author
  • Sufia Mutiara Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Author
  • Sulaiman Wahid Batubara Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Author

DOI:

https://doi.org/10.61253/rczvvs91

Keywords:

Sindrom Metabolik, Pemeriksaan Antropometri, Edukasi Kesehatan, Obesitas Sentral, Deteksi Dini

Abstract

Sindrom metabolik merupakan kumpulan faktor risiko metabolik yang saling berkaitan, meliputi obesitas abdominal, peningkatan tekanan darah, hiperglikemia, hipertrigliseridemia, dan rendahnya kadar kolesterol HDL, yang secara bermakna meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus tipe 2. Prevalensi sindrom metabolik terus meningkat secara global, dan di Indonesia, obesitas serta obesitas sentral masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertema “Penyuluhan dan Deteksi Dini Faktor Risiko Sindrom Metabolik melalui Edukasi Gaya Hidup Sehat dan Pemeriksaan Antropometri” dengan judul “Kenali, Cegah, dan Kendalikan Sindrom Metabolik Sejak Dini”, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko sindrom metabolik serta memberikan deteksi dini melalui pemeriksaan antropometri. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 di Dusun X, Desa Tandam Hulu I, Kecamatan Hamparan Perak, dan diikuti oleh 30 peserta ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengajian (wirid). Metode kegiatan berupa penyuluhan interaktif dengan pre-test dan post-test, dilanjutkan dengan pemeriksaan antropometri meliputi berat badan,tinggi badan, indeks massa tubuh, dan lingkar perut, serta pengukuran tekanan darah. Peserta dengan hasil pemeriksaan yang berisiko dianjurkan untuk memperbaiki gaya hidup dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi, serta ditemukannya beberapa peserta dengan faktor risiko sindrom metabolik seperti kelebihan berat badan, obesitas sentral, dan peningkatan tekanan darah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko yang dapat dimodifikasi serta mendorong pemantauan kesehatan secara berkala sebagai upaya pencegahan sindrom metabolik dan komplikasinya.

Downloads

Published

19-09-2026

How to Cite

Kenali, Cegah, dan Kendalikan Sindrom Metabolik Sejak Dini. (2026). Mesada: Journal of Innovative Research, 3(2), 1053-1065. https://doi.org/10.61253/rczvvs91

Similar Articles

21-30 of 53

You may also start an advanced similarity search for this article.