Kenali, Cegah, dan Kendalikan Sindrom Metabolik Sejak Dini
DOI:
https://doi.org/10.61253/rczvvs91Keywords:
Sindrom Metabolik, Pemeriksaan Antropometri, Edukasi Kesehatan, Obesitas Sentral, Deteksi DiniAbstract
Sindrom metabolik merupakan kumpulan faktor risiko metabolik yang saling berkaitan, meliputi obesitas abdominal, peningkatan tekanan darah, hiperglikemia, hipertrigliseridemia, dan rendahnya kadar kolesterol HDL, yang secara bermakna meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus tipe 2. Prevalensi sindrom metabolik terus meningkat secara global, dan di Indonesia, obesitas serta obesitas sentral masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertema “Penyuluhan dan Deteksi Dini Faktor Risiko Sindrom Metabolik melalui Edukasi Gaya Hidup Sehat dan Pemeriksaan Antropometri” dengan judul “Kenali, Cegah, dan Kendalikan Sindrom Metabolik Sejak Dini”, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko sindrom metabolik serta memberikan deteksi dini melalui pemeriksaan antropometri. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 di Dusun X, Desa Tandam Hulu I, Kecamatan Hamparan Perak, dan diikuti oleh 30 peserta ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengajian (wirid). Metode kegiatan berupa penyuluhan interaktif dengan pre-test dan post-test, dilanjutkan dengan pemeriksaan antropometri meliputi berat badan,tinggi badan, indeks massa tubuh, dan lingkar perut, serta pengukuran tekanan darah. Peserta dengan hasil pemeriksaan yang berisiko dianjurkan untuk memperbaiki gaya hidup dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi, serta ditemukannya beberapa peserta dengan faktor risiko sindrom metabolik seperti kelebihan berat badan, obesitas sentral, dan peningkatan tekanan darah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko yang dapat dimodifikasi serta mendorong pemantauan kesehatan secara berkala sebagai upaya pencegahan sindrom metabolik dan komplikasinya.
