Fi’il Ma’lum dan Fi’il Majhul sebagai Refleksi Nilai Tauhid dan Keikhlasan dalam Pendidikan Agama Islam

Authors

  • Muhammad Solihin Pranoto Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Author
  • Trisya Zahra Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Author
  • Radhiatul Al-Khairiyyah Zannah Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Author
  • Helvi Amelia br Sitepu Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Author
  • Saskia Syahfitri Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Author

DOI:

https://doi.org/10.61253/d0eg1863

Keywords:

Fi’il Ma’lum, Fi’il Majhul, Keikhlasan, Pendidikan Agama Islam, Tauhid

Abstract

Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara konsep fi’il ma’lum (kata kerja aktif) dan fi’il majhul (kata kerja pasif) dalam tata bahasa Arab dengan nilai-nilai tauhid dan keikhlasan yang menjadi landasan utama Pendidikan Agama Islam. Kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa struktur bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai spiritual yang memperkuat kesadaran ketuhanan dan tanggung jawab moral manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan menelaah sumber-sumber klasik seperti Syarh Ibn ‘Aqil, Al-Ajurrumiyyah, dan Mughni al-Labib, serta ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang mengandung bentuk fi’il majhul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fi’il ma’lum menggambarkan peran aktif manusia dalam melakukan suatu tindakan, sedangkan fi’il majhul menekankan pengakuan bahwa setiap perbuatan pada hakikatnya terjadi karena kehendak Allah. Pergeseran bentuk dari aktif ke pasif bukan sekadar perubahan gramatikal, tetapi juga membawa makna teologis dan etis yang mendalam. Dalam konteks pendidikan Islam, pemahaman terhadap dua bentuk kata kerja ini dapat digunakan sebagai sarana internalisasi nilai-nilai tauhid dan keikhlasan, di mana peserta didik diajak untuk memahami keseimbangan antara usaha manusia dan ketergantungan kepada Allah. Dengan demikian, pembelajaran fi’il ma’lum dan fi’il majhul tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa Arab secara struktural, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual dan moral sesuai tujuan Pendidikan Agama Islam, yaitu membentuk insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Downloads

Published

03-02-2026

How to Cite

Fi’il Ma’lum dan Fi’il Majhul sebagai Refleksi Nilai Tauhid dan Keikhlasan dalam Pendidikan Agama Islam. (2026). Mesada: Journal of Innovative Research, 3(1), 93-102. https://doi.org/10.61253/d0eg1863

Similar Articles

41-50 of 192

You may also start an advanced similarity search for this article.