Soren Kierkegard

Authors

  • Mardhiah Abbas Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan Author
  • Annisa Ulfa Andriani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan Author
  • Heny Fadillah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan Author
  • Aldi Alfarel Sinulingga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan Author

DOI:

https://doi.org/10.61253/01e9jz79

Keywords:

Eksistensialisme, Soren Kierkegaard, Spiritualitas Modern

Abstract

Krisis eksistensial dan spiritual merupakan persoalan fundamental yang dihadapi generasi muda modern di tengah dominasi rasionalisme, idealisme, dan realitas digital, yang cenderung mengikis subjektivitas dan eksistensi otentik. Fenomena ini menyebabkan individu merasa terasing, kehilangan makna, dan rentan terjebak dalam gaya hidup estetik yang dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali Filsafat Eksistensialisme Religius Søren Aabye Kierkegaard sebagai kerangka teoretis untuk mengatasi tantangan tersebut. Kajian ini berfokus pada analisis pemikiran pokok Kierkegaard mengenai kebebasan individu, tiga tahapan eksistensi (estetik, etik, dan religius), dan konsep "lompatan iman" (leap of faith), yang secara unik menempatkan Tuhan sebagai pusat eksistensi sejati. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemikiran Kierkegaard, yang mengedepankan eksistensi individu yang konkret, bebas, dan bertanggung jawab, menawarkan solusi fundamental untuk mengatasi krisis spiritualitas di era digital. Kontribusi utama penelitian ini adalah menyoroti relevansi abadi filsafat Kierkegaard dalam mempromosikan pemahaman mendalam tentang subjektivitas dan mendorong individu modern untuk mencapai kehidupan spiritual yang otentik di tengah kompleksitas dunia kontemporer.

Downloads

Published

17-12-2025

How to Cite

Soren Kierkegard. (2025). Mesada: Journal of Innovative Research, 2(2), 1136-1146. https://doi.org/10.61253/01e9jz79

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

11-20 of 35

You may also start an advanced similarity search for this article.