Etika Kepemimpinan Islam dan Pengembangan Guru: Pendekatan Sosiologi Organisasi di Madrasah Tsanawiyah Al Ikhsan Beji Kedungbanteng
DOI:
https://doi.org/10.61253/z887x631Keywords:
Etika Kepemimpinan Islam, Kinerja Guru, Madrasah, Pengembangan Kapasitas, Sosiologi OrganisasiAbstract
Mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah kerap kali tertinggal dari lembaga pendidikan umum, sehingga peran kepemimpinan kepala madrasah menjadi krusial dalam membentuk budaya organisasi dan mendorong efisiensi kinerja guru. Observasi lapangan awal di MTs Al Ikhsan Beji Kedungbanteng memperlihatkan integrasi nilai-nilai etika kepemimpinan Islam yang kuat di dalam lingkungan kerja yang terbuka dan kolaboratif. Penelitian ini mengkaji secara mendalam penerapan etika kepemimpinan Islam, pengembangan kapasitas guru, serta bagaimana elemen-elemen tersebut saling berkaitan dengan peningkatan kinerja pengajar. Dengan mengadopsi desain studi kasus kualitatif, pengumpulan data bersumber dari kegiatan observasi, wawancara semi-terstruktur dengan pimpinan serta guru, serta dokumentasi yang dianalisis lewat model interaktif berupa reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa kepala madrasah secara aktif menerapkan nilai utama kepemimpinan Islam, khususnya amanah, keteladanan, dan musyawarah. Peningkatan kompetensi guru didukung melalui workshop bersama dan mentoring, meskipun para pengajar sering kali menghadapi tantangan nyata berupa penurunan stamina fisik siswa akibat padatnya jadwal aktivitas pesantren. Penggabungan etika kepemimpinan Islam dengan iklim religius terbukti memperkuat kepercayaan organisasional dan menjaga produktivitas guru di tengah keterbatasan fisik siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan sosiologi organisasi dengan memetakan dinamika produktivitas guru dalam struktur lembaga madrasah berbasis pesantren.
