Hubungan Identitas Gender Terhadap Partisipasi Politik Aktif Perempuan di Kota Binjai pada Pemilu 2024
DOI:
https://doi.org/10.61253/p92sdr44Keywords:
Identitas Gender, Partisipasi Politik, Pemilu 2024, PerempuanAbstract
Indonesia merupakan negara berbentuk republik yang menganut sistem demokrasi, sehingga implementasi demokrasi diwujudkan melalui pemilihan umum dengan melibatkan partisipasi politik masyarakat secara luas sebagai bentuk konkret pelaksanaan demokrasi. Partisipasi politik merupakan indikator penting dalam menilai kualitas sistem demokrasi karena menjadi aspek krusial dalam memastikan jalannya pemerintahan yang demokratis dan representatif, khususnya terkait partisipasi politik aktif perempuan. Partisipasi politik aktif perempuan sendiri menjadi indikator penting dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan inklusif, namun meskipun telah banyak kemajuan dalam kesetaraan gender, perempuan masih menghadapi berbagai tantangan dalam dunia politik. Salah satu faktor yang memengaruhi partisipasi politik aktif perempuan adalah identitas gender, yang mana rendahnya tingkat partisipasi politik aktif perempuan pada skala nasional juga tercermin di tingkat daerah, khususnya di Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang telah memenuhi kaidah ilmiah, yaitu konkret, empiris, objektif, terukur, rasional, dan sistematis, dengan teknik sampling accidental sampling yang sebelumnya dihitung menggunakan rumus Slovin berdasarkan karakteristik populasi dan sampel yang telah ditentukan. Penelitian ini menguji hubungan antara identitas gender terhadap partisipasi politik aktif perempuan di Kota Binjai pada Pemilu 2024, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara identitas gender dan partisipasi politik aktif perempuan di Kota Binjai.
