Penerapan Model Pembelajaran Scramble pada Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Kelas II Madrasah Ibtidaiyah
DOI:
https://doi.org/10.61253/byabdd05Keywords:
Aktivitas Belajar, Bahasa Indonesia, Keterampilan Membaca, Model Pembelajaran ScrambleAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Scramble dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, mengetahui aktivitas belajar siswa selama penerapan model tersebut, serta menganalisis peningkatan keterampilan membaca siswa kelas II MI. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa kelas II MI. Instrumen penelitian terdiri atas lembar observasi, tes keterampilan membaca, dan dokumentasi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Scramble melalui kegiatan menyusun kata dan kalimat yang diacak menjadi susunan yang benar mampu meningkatkan aktivitas belajar dan keterampilan membaca siswa. Aktivitas belajar siswa meningkat dari rata-rata 41,25% pada Siklus I menjadi 76,25% pada Siklus II. Keterampilan membaca siswa juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh rata-rata nilai pretest sebesar 70,17 dengan ketuntasan belajar 21,74%, meningkat menjadi 84,69 dengan ketuntasan belajar 78,26% pada posttest Siklus I, dan mencapai rata-rata 91,48 dengan ketuntasan belajar 100% pada posttest Siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Scramble dapat meningkatkan aktivitas belajar dan keterampilan membaca siswa kelas II MI dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Model ini dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang aktif dan menyenangkan untuk mendukung peningkatan keterampilan membaca siswa.
