Pendekatan Teologis dan Sosiologis Terhadap Konsep Etika Sosial dalam Pemikiran Tafsir Fazlur Rahman
DOI:
https://doi.org/10.61253/42wx6t29Keywords:
Double Movement, Etika Sosial, Fazlur Rahman, Pendekatan Sosiologis, Pendekatan TeologisAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis bagaimana pendekatan teologis dan sosiologis membentuk konsep etika sosial dalam pemikiran tafsir Fazlur Rahman, mengingat metode penafsiran klasik yang cenderung tekstual-normatif dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab dinamika sosial kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif, dengan data primer berupa kitab-kitab ulumul Qur'an dan karya babon metodologi tafsir, serta data sekunder berupa artikel jurnal, tesis, dan disertasi lima tahun terakhir. Data dianalisis melalui tiga teknik, yaitu analisis isi, analisis komparatif, dan sintesis-integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi teologis Rahman bersifat teo-antroposentris, di mana kesadaran ketuhanan (taqwa) harus terwujud dalam penegakan keadilan sosial, sementara pendekatan sosiologisnya beroperasi melalui teori Double Movement yang menjembatani konteks sosio-historis turunnya ayat dengan kebutuhan etis masyarakat modern. Analisis komparatif memperlihatkan bahwa kedua pendekatan ini saling melengkapi, di mana teologi berfungsi sebagai sumber nilai (source of values) dan sosiologi sebagai ruang aktualisasinya (locus of application), meskipun ditemukan pula titik tengkar berupa kerawanan subjektivitas penafsir dalam memisahkan prinsip universal dari konteks partikular. Penelitian ini menyimpulkan bahwa etika sosial dalam pemikiran Rahman merupakan hasil dialektika antara teks, konteks sosio-historis, dan nalar kritis penafsir, yang melahirkan formula metodologis dialogis-progresif berupa keadilan distributif, egalitarianisme gender, dan perlindungan kaum tertindas (mustad'afin) sebagai prinsip etis hidup bagi pembacaan Al-Qur'an di era modern.
