Kedudukan Ahli Waris Pengganti Perspektif KHI dan Fiqih Kontemporer: Studi Kasus di Kec. Barumun Tengah

Authors

  • Sulastri Daulay Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Author
  • Juni Arnisa Napitupulu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Author
  • Jamilah Rizka Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Author
  • Akmaluddin Syahputra Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Author

DOI:

https://doi.org/10.61253/py24rs69

Keywords:

Ahli Waris Pengganti, Fikih Kontemporer, KHI

Abstract

Keberadaan ahli waris pengganti, atau ahli waris yang berhak mewarisi karena orang tuanya telah meninggal dunia sebelum pewaris, diakui oleh Kompilasi Hukum Islam (KHI) Indonesia. Gagasan ini tidak secara khusus diakui dalam fiqih tradisional, namun fiqih modern telah mulai memberi ruang bagi ijtihad untuk menerima klausul-klausul tersebut berdasarkan kemaslahatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran ahli waris pengganti di Kecamatan Barumun Tengah dan menganalisis aktivitas mereka berdasarkan fiqih modern dan KHI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui pendekatan yuridis empiris dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Barumun Tengah masih dominan menganut sistem waris adat patrilineal, namun mulai terbuka terhadap ketentuan ahli waris pengganti sesuai KHI. Fikih kontemporer memandang ketentuan ini sejalan dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

05-07-2025

How to Cite

Kedudukan Ahli Waris Pengganti Perspektif KHI dan Fiqih Kontemporer: Studi Kasus di Kec. Barumun Tengah. (2025). Fatih: Journal of Contemporary Research, 2(1), 498-506. https://doi.org/10.61253/py24rs69

Similar Articles

1-10 of 21

You may also start an advanced similarity search for this article.