LGBTQ+ dalam Al-Qur’an: Studi Penafsiran Siti Musdah Mulia

Authors

  • Muhammad Zen Habibie Universitas PTIQ Jakarta Author
  • Abd. Muid N. Universitas PTIQ Jakarta Author
  • Aldomi Putra Universitas PTIQ Jakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.61253/ye7wnd21

Keywords:

LGBTQ+, Orientasi Seksual, Siti Musdah Mulia

Abstract

Penelitian ini menganalisis penafsiran Siti Musdah Mulia terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan isu LGBTQ+ serta membandingkannya dengan kecenderungan penafsiran lain. Penelitian bertujuan mengidentifikasi konstruksi, sumber, metode, dan implikasi kritis dari penafsirannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari karya-karya Siti Musdah Mulia, kitab tafsir, buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pola induktif. Hasil penelitian menunjukkan enam konstruksi utama, yaitu orientasi seksual dipahami sebagai kondisi yang tidak sepenuhnya merupakan pilihan, sedangkan perilaku seksual diposisikan sebagai tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan; homoseksualitas dibedakan dari liwāṭ; kaum Nabi Luth a.s. dipahami memiliki kecenderungan biseksual; perilaku tercela mereka tidak direduksi hanya pada homoseksualitas; pemberian azab ditempatkan sebagai hak prerogatif Allah; serta martabat manusia dan perlindungan dari diskriminasi ditekankan. Penafsirannya menggunakan metode tematik (maudhū’i), holistik, dan kontekstual-sosiohistoris dengan memanfaatkan Al-Qur’an, hadis, tafsir terdahulu, rasio, pengalaman empiris, dan pengetahuan kontemporer. Perbandingan dengan penafsiran lain menunjukkan perbedaan mengenai fitrah, tujuan seksualitas, makna pasangan, serta hubungan antara orientasi dan perilaku seksual. Analisis kritis menempatkan seksualitas sebagai zīnah, matā’, dan libās, sebagai sarana menjaga keberlanjutan manusia, serta sebagai jalan menuju sakīnah. Penelitian menyimpulkan bahwa perbedaan penafsiran terhadap isu LGBTQ+ sangat dipengaruhi oleh perbedaan epistemologi dan metodologi tafsir. Temuan ini memperkaya kajian tafsir kontemporer, terutama dalam memahami hubungan antara teks, konteks, ilmu pengetahuan, dan nilai kemanusiaan, sekaligus memberikan dasar akademik bagi pembahasan seksualitas dalam pendidikan Islam yang lebih argumentatif dan bertanggung jawab.

Downloads

Published

26-09-2026

How to Cite

LGBTQ+ dalam Al-Qur’an: Studi Penafsiran Siti Musdah Mulia. (2026). Mesada: Journal of Innovative Research, 3(2), 1066-1077. https://doi.org/10.61253/ye7wnd21

Similar Articles

31-38 of 38

You may also start an advanced similarity search for this article.