Urgensi Manajemen Kelas Berpusat pada Siswa SD: Integrasi Landasan Teoretis dan Praktik Kontekstual untuk Efektivitas Pembelajaran di Era Kurikulum Merdeka
DOI:
https://doi.org/10.61253/e79byg03Keywords:
Kurikulum Merdeka, Manajemen Kelas, Pembelajaran Berpusat pada Siswa, Profil Pelajar Pancasila, Sekolah DasarAbstract
Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pergeseran paradigma manajemen kelas dari pendekatan kontrol menuju pengelolaan yang berpusat pada siswa. Namun, praktik di lapangan masih menunjukkan kesenjangan antara rekomendasi teori pembelajaran adaptif dan rutinitas kelas yang cenderung kaku. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi urgensi manajemen kelas berpusat pada siswa di sekolah dasar, menganalisis kesenjangan teori-praktik, serta merumuskan kerangka kerja integratif yang dapat diadopsi guru. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terpadu terhadap literatur akademik, kebijakan pendidikan, dan studi empiris periode 2021–2025 yang dikumpulkan dari database terindeks dan dokumen resmi Kemendikbudristek. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen kelas yang efektif dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang saling terintegrasi. Penerapan strategi seperti kontrak belajar, tata ruang fleksibel, pembelajaran aktif, dan pengelompokan kolaboratif terbukti meningkatkan partisipasi, komunikasi, dan kemandirian siswa, serta selaras dengan tahap operasional konkret anak usia SD. Implementasi ini juga berkontribusi langsung pada penguatan dimensi Profil Pelajar Pancasila, terutama gotong royong dan berpikir kritis. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan fasilitas, kesiapan kompetensi guru, dan proses adaptasi siswa masih menghambat optimalisasi. Disimpulkan bahwa manajemen kelas berpusat pada siswa merupakan fondasi krusial untuk efektivitas pembelajaran dan pengembangan karakter di era Kurikulum Merdeka, yang memerlukan penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan, pembiasaan bertahap, serta kolaborasi aktif antara sekolah dan keluarga.
