Strategi Konseling Keluarga untuk Mengatasi Phubbing dan Meningkatkan Kualitas Interaksi Antaranggota Keluarga di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.61253/8pmsr684Keywords:
Konseling keluarga, phubbing, komunikasi keluarga, interaksi keluarga, era digitalAbstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dalam keluarga. Salah satu fenomena yang semakin sering ditemukan adalah phubbing (phone snubbing), yaitu perilaku mengabaikan lawan bicara karena lebih fokus pada penggunaan telepon pintar. Fenomena ini berpotensi menurunkan kualitas interaksi antaranggota keluarga, mengurangi kedekatan emosional, serta memicu konflik dan ketidakpuasan dalam hubungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi konseling keluarga sebagai upaya mengatasi perilaku phubbing dan meningkatkan kualitas interaksi antaranggota keluarga di era digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan phubbing, komunikasi keluarga, dan konseling keluarga. Hasil kajian menunjukkan bahwa konseling keluarga memiliki peran penting dalam membantu anggota keluarga memahami dampak negatif phubbing, membangun kesadaran penggunaan teknologi secara sehat, serta mengembangkan pola komunikasi yang lebih efektif. Beberapa strategi yang dapat diterapkan meliputi psikoedukasi mengenai penggunaan media digital, pelatihan komunikasi interpersonal, penyusunan aturan penggunaan gawai dalam keluarga, peningkatan kualitas waktu bersama (quality time), dan penguatan fungsi keluarga melalui pendekatan sistem keluarga. Implementasi strategi tersebut mampu meningkatkan keterbukaan, empati, dan keterlibatan emosional antaranggota keluarga sehingga tercipta hubungan yang lebih harmonis. Dengan demikian, konseling keluarga menjadi salah satu intervensi yang relevan dan efektif dalam menghadapi tantangan komunikasi keluarga pada era digital serta mendukung terciptanya lingkungan keluarga yang sehat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
