Komparasi Tren FOMO Terhadap Konsep Qana’ah pada Pengguna Media Sosial

Authors

  • Intan Dewi STIT Bandung Author
  • Afifah Nurul Qolbi STIT Bandung Author
  • Aini Fauziah STIT Bandung Author

DOI:

https://doi.org/10.61253/gf958w09

Keywords:

Kesehatan Mental Digital, Fear of Missing Out, Sosial Media, Qana'ah

Abstract

Pesatnya proliferasi media sosial mengintensifkan Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan pengguna yang memanifestasikan diri sebagai kecemasan kompulsif terhadap eksklusi sosial di ruang digital. FOMO secara konsisten dikaitkan dengan perbandingan sosial, penurunan kesejahteraan psikologis, kelelahan media sosial, dan erosi rasa cukup yang bertentangan dengan kebajikan Islam yakni qanaʿah. Meskipun perhatian empiris terhadap FOMO dan kajian tentang qanaʿah dalam pendidikan Islam terus berkembang, belum ada kerangka integratif untuk menangani keduanya sekaligus. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif tren perilaku FOMO di kalangan pengguna media sosial dan mengeksplorasi qanaʿah sebagai kerangka kontra-naratif guna mengonstruksi model integratif untuk kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Meta-analisis kualitatif dilakukan melalui kajian kepustakaan sistematis dengan menelaah 20 artikel bereputasi yang diterbitkan antara 2021 dan 2025, bersumber dari basis data Scopus, Web of Science, dan PubMed. Data dianalisis menggunakan prosedur meta-sintesis kualitatif tiga tahap oleh Noblit dan Hare. Temuan mengungkapkan bahwa FOMO beroperasi melalui tiga mekanisme yang saling memperkuat, yakni deprivasi kebutuhan psikologis, perbandingan sosial kompulsif, dan ketergantungan validasi eksternal. Mekanisme-mekanisme ini menghasilkan kondisi limbo regulasi diri yang memperburuk kesejahteraan subjektif. Sebaliknya, qanaʿah yang mencakup ridā, syukur, tawakkul, dan zuhud menunjukkan kapasitas psikospiritual yang terverifikasi secara empiris untuk memoderasi dampak destruktif FOMO, dengan bukti intervensi yang menunjukkan peningkatan 79,9% pada skor kesejahteraan psikologis. Penelitian ini memperkenalkan FOMO-Qanaʿah Dialectic Framework (FQDF), model integratif baru yang menjembatani psikologi kognitif-sosial dengan teori pendidikan Islam (tarbiyah nafsiyah). FQDF menyediakan aksis intervensi yang dapat ditindaklanjuti, yakni kognitif, afektif, behavioral, dan relasional, yang menawarkan kontribusi transformatif bagi pengembangan kurikulum PAI di era digital.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

08-04-2026

How to Cite

Komparasi Tren FOMO Terhadap Konsep Qana’ah pada Pengguna Media Sosial. (2026). Fatih: Journal of Contemporary Research, 3(1), 125-135. https://doi.org/10.61253/gf958w09

Similar Articles

1-10 of 121

You may also start an advanced similarity search for this article.