Persepsi Masyarakat Medan Terhadap Keseimbangan Beban Pajak Pusat dan Daerah: Studi Wawancara Mendalam Terhadap Pelaku UMKM

Authors

  • Ryadhatul Jannah Al Majied Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Author
  • Nurul Aulia Harahap Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Author

DOI:

https://doi.org/10.61253/qc90zs74

Keywords:

Desentralisasi Fiskal, Keseimbangan Beban Pajak, Kota Medan, Persepsi UMKM, Retribusi Daerah, Transparansi Pajak

Abstract

Penelitian ini menganalisis persepsi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Medan terhadap keseimbangan beban pajak pusat dan daerah. Melalui wawancara mendalam dengan 25 pelaku UMKM, studi ini mengidentifikasi faktor-faktor dominan seperti transparansi alokasi pajak, kompleksitas administratif, dan kesejahteraan pascabayar pajak. Hasil menunjukkan 72% responden menganggap pajak pusat (seperti PPh dan PPN) lebih memberatkan karena pemotongan otomatis, sementara retribusi daerah dinilai tidak transparan dalam alokasi dana. Dualisme kewenangan fiskal pasca-UU No. 1/2022 memperburuk tumpang tindih regulasi dan memicu penghindaran pajak. Studi ini merekomendasikan harmonisasi kebijakan pajak, peningkatan transparansi melalui platform digital, dan simplifikasi prosedur untuk mendukung pertumbuhan UMKM. Temuan ini memperkaya wawasan tentang desentralisasi fiskal di negara berkembang serta memberikan rekomendasi kebijakan yang adaptif bagi pemerataan sistem perpajakan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

05-07-2025

How to Cite

Persepsi Masyarakat Medan Terhadap Keseimbangan Beban Pajak Pusat dan Daerah: Studi Wawancara Mendalam Terhadap Pelaku UMKM. (2025). Fatih: Journal of Contemporary Research, 2(1), 453-467. https://doi.org/10.61253/qc90zs74

Similar Articles

1-10 of 44

You may also start an advanced similarity search for this article.